Peningkatan Aktivitas Ekonomi Saat Hari Besar Keagamaan dan Libur Panjang Mendorong Inflasi Kaltim

Bank Indonesia Kaltim 1 Juli 2025 08:19 22
infografis juni 2025.jpg 147.94 KB

Inflasi Kalimantan Timur pada Juni 2025 dipengaruhi oleh peningkatan permintaan selama periode Idul Adha dan libur sekolah yang mendorong kenaikan harga beberapa komoditas strategis seperti beras, bawang merah, dan tomat. Di sisi lain, tekanan inflasi komoditas pangan tersebut juga dipengaruhi oleh baseline effect, mengingat pada bulan sebelumnya mengalami deflasi karena adanya panen raya di daerah sentra produksi.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kalimantan Timur pada periode Juni 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,54% (mtm), atau mengalami inflasi tahunan dan tahun kalender masing-masing sebesar 1,62% (yoy) dan 1,85% (ytd). Secara bulanan, IHK Juni  2025 Provinsi Kalimantan Timur mengalami inflasi, setelah mengalami deflasi pada periode sebelumnya sebesar -0,35%(mtm). Lebih lanjut, secara tahunan IHK Provinsi Kalimantan Timur tercatat lebih rendah dibandingkan dengan realisasi IHK nasional yang sebesar 1,87% (yoy). 

Inflasi Kalimantan Timur periode Juni 2025 utamanya disumbangkan oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 0,21% (mtm). Inflasi pada kelompok ini utamanya disebabkan oleh kenaikan harga akibat permintaan yang meningkat. Lebih lanjut, hasil produksi komoditas hortikultura dari daerah penghasil yang menurun diikuti dengan peningkatan permintaan terhadap beberapa komoditas seperti beras, bawang merah dan tomat karena adanya momen HBKN Idul Adha turut menjadi pendorong peningkatan tekanan harga. Selain itu, peningkatan tekanan harga juga diikuti oleh kelompok transportasi yang disebabkan oleh peningkatan permintaan karena adanya libur long weekend sebanyak 2 (dua) kali dalam bulan Juni. Inflasi lebih lanjut ditahan oleh kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga yang mencatat penurunan harga pada beberapa komoditas.

Upaya pengendalian inflasi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) terus dilakukan untuk menjaga stabilitas inflasi di Provinsi Kaltim oleh TPID se-Kaltim. Guna memastikan ketersediaan pasokan terus melakukan peningkatan produksi pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani melalui berbagai program antara lain: mekanisasi pertanian, bantuan pupuk, bantuan sarana dan prasarana tani seperti agriculture drone sprayer, combine harvester serta digital farming kepada kelompok tani di wilayah Kalimantan Timur. Salah satu upaya untuk menjaga keterjangkauan harga pada musim panen raya, TPID bersama bulog dan TNI melakukan penyerapan gabah kering panen sesuai dengan ketetapan pemerintah. Selain itu, dilaksanakan juga Pasar Murah dan Operasi pasar oleh TPID Kutai Timur, TPID Provinsi Kalimantan Timur dan TPID Kota Samarinda. Untuk mendukung Kelancaran Distribusi telah dilakukan upaya untuk mendukung Fasilitasi Distribusi Pangan kepada Poktan dan KWT pada kegiatan GPM dengan komoditas pangan mencakup aneka cabai dan sayur mayur. Sebagai penguatan komunikasi efektif, Komunikasi antar TPID Se-Kaltim terus dilakukan melalui rapat koordinasi untuk mengambil langkah konkret upaya pengendalian inflasi.

Ke depan, TPID Provinsi Kaltim akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan program pengendalian inflasi melalui strategi 4K, serta mendorong realisasi investasi private sektor bisa tumbuh lebih tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kaltim yang tinggi dan berkelanjutan serta inflasi kalimantan timur yang rendah dan stabil.

 

Samarinda, 1 Juli 2025